PERCETAKAN SINAR BUANA (LAYANAN 24 JAM : HUBUNGI TELP. 0813 9900 2992)

Pasar Percetakan & Grafika Sektor Komersial Turun 10 %

Surabaya – Gonjang-ganjing rupiah akhirnya juga menyeret pada bisnis percetakan. Maklum semua produk mesin percetakan (grafika) yang ada di Indonesia merupakan produk impor, yang harganya mengikuti kurs dolar. Sehingga pergolakan dolar yang kini menyentuh angka Rp 11 ribu sangat mempengaruhi penjualan produk percetakan, terutama sektor komersial yang turun 10 persen.

Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Jimmy Juneanto mengatakan, sekitar 30-40 persen dari mesin grafika yang ada di Indonesia berasal dari Amerika. Mesin ini biasa dipakai perusahaan penerbitan seperti koran. Sekitar 30-40 persen lagi berasal dari Eropa, yang lebih mengcover tentang kebutuhan komersial. Dan sisanya, dari Jepang, Jerman. Sedangkan produk dari China yang masuk beberapa tahun terakhir ini melayani umum baik koran dan komersial.

“Infrastruktur di Indonesia belum siap membuat mesin grafika sendiri, sehingga harus impor. Dengan pergolakan dolar akhir-akhir ini berdampak pada anjloknya penjualan grafika sector komersial dari sebelumnya. Sedangkan sector Koran relatif aman,” ungkap Jimmy, seusai membuka pameran percetakan di Jatim Expo, Kamis (30/10).

Jimmy berharap adanya even Pilkada dan menjelang Pemilu tahun depan bisa kembali mendongkrak penjualan komersial. Pasalnya even Pemilu sangat membutuhkan jasa percetakan.

Hal positif lainnya yang diharapkan ikut membantu bisnis ini adanya alokasi anggaran pendidikan. Sekitar 20 persen (Rp 8 triliun) dari anggaran pendidikan yang dipatok 20 persen (Rp 44 triliun) dari APBN 2009 (Rp 220 triliun), bakal diserap oleh percetakan.

“Prioritas APBN untuk dunia pendidikan sekitar 20 persen pada tahun depan, menjadi peluang bagi bisnis percetakan. Belum lagi dana pendidikan dari APBD, serta even menjelang Pemilu dan banyaknya Pilkada. Dengan begitu diharapkan bisnis grafika bakal lebih survive,” ujar Jimmy lagi.

Sementara itu, Daud D. Salim, selaku Ketua Panitia pameran yang dihelat 4 hari dari 30 Oktober- 2 November itu, mengatakan target pameran bisa meraup 10 ribu -12 ribu transaksi di tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dari transaksi di tahun sebelumnya sekitar 8 ribu-9 ribu transaksi. Dari transaksi tersebut, target omzet sekitar Rp 150 miliar. tin

sumber : http://www.surabayapagi.com/redesign/index.php?p=detilberita&id=22943